Siapkan Akreditasi, Kopertais II Jabar Banten Dampingi STISNU Nusantara

Tangerang, NU Online
Dalam menyiapkan akreditasi program studi, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang mendapatkan pendampingan penyusunan dan teknis pengisian borang dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung pada kegiatan mentoring evaluasi perguruan tinggi, Sabtu (27/8).

Wakil Kepala Bidang Akademik STISNU Nusantara H. Muhamad Qustulani menjelaskan, STISNU Nusantara Tangerang memiliki dua program studi, yaitu Hukum Keluarga dan Hukum Ekonomi Syariah dengan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Insya Allah, untuk Hukum Keluarga akan diberikan matakuliah kependidikan, nantinya akan disertifikasi olen Badan Akreditasi Provinsi Banten, disebut dengan program syariah pendidikan. Kemudian, untuk Hukum Ekonomi Syariah, diistilahkan dengan Syariah Virtual, mahasiswa diberikan matakuliah desain dan web desain, nanti akan disertifikasi oleh AMIK Wahana Mandiri,” paparnya.

Ia juga menambahkan bahwa secara kuantitas mahasiswa STISNU grafiknya makin bertambah. Tahun pertama berdiri terjaring 57 mahasiswa, tahun kedua terjaring 128 mahasiswa, tahun ketiga pihaknya menargetkan terjaring 200 mahasiswa. Pada ujian masuk pada tahun ini di gelombang pertama yang mengikuti 107 mahasiswa.

Dari uraian perkembangan, ia memohon arahan dan pendampingan tentang akreditasi berkaitan teknis pengerjaan dilapangan.

Bahruddin, Waka Bidang Kemahasiswaan STISNU menjelaskan tentang perjalanan prestasi mahasiswa STISNU Nusantara, bahwa mahasiswa STISNU menjadi duta bahasa inggris Provinsi Banten, Juara Muasabaqah Qira’atul Kutubu (MQK) Provinsi Banten. Terkait dengan beasiswa, 20 mahasiswa STISNU mendapat beasiswa penuh dari Qatar Charity, 4 mahasiswa dari Bazda Kabupaten Tangerang. Untuk yang Qatar, dalam setiap bulannya bertambah, biasanya 2 mahasiswa yang lulus seleksi. Ujarnya.

Nurullah, Waka Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama menambahkan bahwa dalam menyiapkan mutu perguruan tinggi, STISNU berkomitmen mengembangkan sumberdaya dosen, kita baru punya 6 (enam) doktor, setiap tahunnya kita sekolahkan minimal 2 calon doktor dari dosen tetap, tahun ini saja ada 2 dosen yang mendapatakan beasiswa baik dari morra Kementerian Agama, atau langsung dari Universitas tujuan diluar negeri. Sebab itu, arahan arahan dari Kopertais menjadi amat berharga bagi kami (kampus) yang masih dalam proses pengembangan.

Deden Supratna, perwakilan Kopertais II, dalam arahannya memberikan apresiasi atas capaian yang sudah diraih STISNU Tangerang, namun harus banyak perbaikan mulai dari tata kelola, akademik, sampai penjaminan mutu. Capaian yang sudah diraih harus ditulis dalam borang dengan semenarik dan semaksimal mungkin pembuktiannya.

“Kampus NU harus punya kekhasan, berbeda dengan lainnya. Tradisi dan identitas dalam nuansa akademik dapat ditonjolkan baik secara intelektual dan spritual,” ujarnya.

Ia juga memberikan banyak masukan dan teknik dalam penyusunan bukti bukti yang dicantumkan dalam borang akreditasi, mulai dari penyusunan visi misi, nuansa akademik, kurikulum, dosen tetap dan lain sebagainya.

Hadir pada kegiatan tersebut Falizar Rivani (Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah), H. A. Badruddin (Ka. Prodi Hukum Keluarga), Muhammad Abduh (Kopertais), dan segenap civitas akademika STISNU Nusantara, mulai dari dosen dan staf. (Red: Mahbib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *